Rabu, 30 Desember 2009

Etnosentrisme

Setiap suku bangsa akan memiliki cirri khas kebudayaan sendiri. Suku bangsa tersebut setip hari bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang tersirat dalam kebudayaannya. Suku bangsa tersebut cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai salah satu yang prima, logis, riil, sesuai dengan kodrat alam dan lain-lain. Segala yang berbeda dengan kebudayaannya, mereka menganggap suatu yang kurang baik.
Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala social yang universal, dan sikap ini biasanya dilakukan dengan tidak sadar. Dengan demikian ethnosentrisme merupakan kecenderungan secara tidak sadar untuk menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi sangat canggung, tidak luwes. Sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Contoh sikap ethnosentrisme seperti pada zaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya atau bangsanya lebih unggul dari bangasa lain. Dan memandang bangsa lain sebagi inferior, lebih rendah, dan nista.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar