Rabu, 30 Desember 2009

Etnosentrisme

Setiap suku bangsa akan memiliki cirri khas kebudayaan sendiri. Suku bangsa tersebut setip hari bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang tersirat dalam kebudayaannya. Suku bangsa tersebut cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai salah satu yang prima, logis, riil, sesuai dengan kodrat alam dan lain-lain. Segala yang berbeda dengan kebudayaannya, mereka menganggap suatu yang kurang baik.
Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala social yang universal, dan sikap ini biasanya dilakukan dengan tidak sadar. Dengan demikian ethnosentrisme merupakan kecenderungan secara tidak sadar untuk menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi sangat canggung, tidak luwes. Sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Contoh sikap ethnosentrisme seperti pada zaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya atau bangsanya lebih unggul dari bangasa lain. Dan memandang bangsa lain sebagi inferior, lebih rendah, dan nista.

Perluasan Kesempatan Belajar

Adanya usaha-usaha pemerintah dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga Negara Indonesia, paling tidak dapat mengurangi prasangka bahwa program pendidikan terutama pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh masyarakat menengah dan kalangan ke atas saja. Mengapa demikian???
Untuk mencapai jenjang pendidikan tertentu terutama diperguruan tinggi memerlukan biaya yang sangat mahal. Di samoing itu harus memiliki kemampuan otak dan modal yang tinggi. Mereka akan selalu tersisih dalam persaingan memperebutkan bangku sekolah. Masih beruntung bagi mereka yang memiliki kemampuan otak. Jika mendapatkan prestasi yang tinggi dan mempertahankannya , maka akan mendapatkan beasiswa dan kantong pun tidak akan kering kerontang.
Dengan memberi kesempatan luas untuk mencapai tingkat pendidikan dari tingkat dasar ke perguruan tinggi bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa kecuali, prasangka dan perasaan tidak adil pada sector pendidikan cepat atau lambat akan hilang dan lenyap. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan keringanan biaya pendidikan terutama bagi rakyat menengah ke bawah karena akan membantu mereka dalam pembayaran sekolah.

Kenangan 2009

Tahun 2009 merupakan tahun dimana aku pertama kali menginjak dunia perkuliahan. Sebelum memasuki dunia perkuliahan aku harus mampu melewati Ujian Nasional (UN) di SMA. Untungnya Ujian tersebut mampu aku lewati dan mendapatkan nilai yang cukup baik. Banyak sekali kenangan yang ada di SMA. Kenangan-kenangan tersebut sangat berkesan dan tidak akan pernah terlupakan. Di SMA aku merasakan senang, sedih,omeLan, canda, tawa, ejekan, tangisan bersama dengan teman-teman serta guru-guru…Pada masa SMA, aku orang yang sangat nakal. Dulu aku sering sekali bolos sekolah tanpa alasan yang tidak jelas, sering tidur saat pelajaran, dan aku sering sekali melawan perintah guru. Oleh karena itu, aku sering sekali di marahi oleh guru. Hehehe.. Tapi sekarang semuanya berlalu begitu saja dengan cepat. Aku pun kadang merasa ingin kembali ke masa itu, namun waktu lah yang memisahkan semuanya. Dan sekarang semua itu hanya akan mampu menjadi sebuah kisah klasik dalam hidupku saja.

Dan kini aku telah memasuki dunia perkuliahan di mana masa tersebut merupakan penentuan suatu kesuksesan/keberhasilan. Di masa inilah aku harus mampu melewati dan mendapatkan nilai yang bagus agar kelak aku dapat mendapatkan suatu pekerjaan yang baik dan menjadi seorang yang sukses..aminnn… Namun semua itu tidak lah mudah untuk dilakukan,Karena semuanya butuh usaha dan doa.
Dan sebentar lagi kita akan melewati masa-masa tahun 2009. Karena tahun 2009 akan segera berlalu. Semoga di tahun 2010 kita semua menjadi seseorang yang lebih baik dari tahun 2009. Semoga semua keburukan dan hal-hal yang negative di tahun 2009 tidak akan terulang di tahun depan. Dan mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang sukses dan berguna bagi keluarga, masyarakat, dan Negara……Amiiiinnnn….

Hubungan Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, dan Kemiskinan

Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, dan Kemiskinan member petunjuk adanya suatu inheren. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, dan dapat melibatkan perdebatan.
Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan karena pengetahuan, perbuatan, ilmu, etika akan saling bertautan satu sama lain. Semuanya itu memperlihatkan perpaduan dari pertimbangan moral ilmiah. Dalam hal ini dipertanyakan bagaimana memanfaatka sumber daya untuk membasmi kemiskinan yang semakin meluas di Indonesia.
Tekhnologi dalam penerapannya sebagi jalur utama yang dapat menyongsong masa depan yang cerah, kepercayaannya sudah mendalam. Sikap demikian adalah wajar, asalkan tetap dalam konteks penglihatan yang rasional. Sebab tekhnologi, selain mempermudah kehidupan manusia, mempunyai dampak social yang sering lebih penting artinya daripada kehebatan tekhnologi itu sendiri.
Kemiskinan merupakan permasalahan sentral bangsa Indonesia. Hal itu sudah sering di geluti dan dipecahkan oleh pemerintah agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Berbicara masalah kemiskinan akan dihadapkan pada persoalan lain seperti persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok, posisi manusia dalam lingkungan social. Dan bagaimana tekhnologi dan pengetahuan memanfaatkan sumber daya alam untuk membasmi kemiskinan.
Ilmu Pengetahuan, Tekhnologi, dan Kemiskinan merupakan bagian yang tidak dapat dibebaskan dan dilepaskan dari system yang berinteraksi, interelasi, interdependensi, dan ramifikasi. Dengan demikian wajarlah apabila menghadapi masalah yang kompleks ini memerlukan studi mendalam dan analisis interdisipliner kalau tidak mau mencampur adukan unsure-unsur sintesis dengan sintesisnya sendiri.

Integrasi Masyarakat Akibat Tidak Terpenuhinya Suatu Kebutuhan

Kebutuhan merupakan suatu awal dari tingkah laku Individu. Individu itu sendiri bertingkah laku karena adanya motivasi untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhannya. Kebutuhan dan kepentingan tersebut sifatnya esensial bagiindividu itu sendiri. Jika kebutuhan dan kepentingan itu terpenuhi maka ia akan merasa puas, namun juga sebaliknya, apabila pemenuhan kebutuhan dan kepentingan itu gagal maka akan menimbulkan suatu masalah bagi dirinya pribadi serta lingkungannya.
Dengan berpegang pada prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau di dalam masyarakat pada hakekatnya merupakan manifestasi pemenuhan dari kepentingan itu sendiri.
Pada umumnya secara psikologis dikenal ada dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh karena itu individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis di dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikan individu.
Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbedaan individu dalam hal kepentingan meskipun pembawaannya sama. Dari adanya kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan pertentangan-pertentangan dari masyarakat. Contohnya apabila para wakil rakyat yang telah terpilih, jika mereka tidak mampu mewujudkan visi dan misi yang mereka katakan pada kampenye kemarin, pasti banyak masyarakat akan melakukan pertentangan kepada pemerintah. Karena mereka merasa dibohongi. Untuk mencegah hal itu, maka masyarakat harus mampu mengendalikan semua kebutuhannya dan pemerintah harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Hubungan Agama dengan Masyarakat

Telah kita ketahui Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat istiadat yang juga berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada di Indonesia dapat dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestraikan budaya.Sebagai contoh budaya Ngaben yang merupakan upacara kematian bagi umat hindu Bali yang sampai sekarang masih terjaga kelestariannya.Hal ini membuktikan bahwa agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaannya.Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara.
Selain itu ada juga hubungan lainnya,yaitu menjaga tatanan kehidupan.Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain. Sebagai contoh jika kita rajin beribadah dengan baik dan taat dengan peraturan yang ada,hati dan pikiran kita pasti akan tenang dan dengan itu kita dapat membuat keadaan menjadi lebih baik seperti memelihara dan menjaga budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain.
Namun sekarang ini agamanya hanyalah sebagi symbol seseorang saja. Dalam artian seseorang hanya memeluk agama, namun tidak menjalankan segala perintah agama tersebut. Dan di Indonesia mulai banyak kepercayaan-kepercayaan baru yang datang dan mulai mengajak/mendoktrin masyarakat Indonesia agar memeluk agama tersebut. Dari banyaknya kepercayaan-kepercayaan baru yang ada di Indonesia, diharapkan pemerintah mampu menanggulangi masalah tersebut agar masyarakat tidak tersesaat di jalannya. Dan di harapkan masyarakat Indonesia dapat hidup harmonis, tentram, dan damai antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya.

Rabu, 25 November 2009

Hubungan Masyarakat Desa dan Kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam. Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan. Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi. ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.

Kamis, 05 November 2009

Hukum di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Penduduk tersebut tersebar di berbagai pualau di Indonesia. Oleh karena itu di Indonesia dibuat hukum dan norma yang berlaku untuk mengatur warga Negara Indonesia agar tidak bertindak sewenang-wenang. Dan juga agar tata tertib dalam masyarakat dapat dilaksnakan, perlu ada peraturan yang mengatur dan memaksa untuk ditaati . Akan tetapi, ternyata masih banyak orang yang melanggar hukum tersebut.
Negara sebagai organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaanya secara sah terhadap setiap warga negaranya. Oleh karena itu Negara memiliki tugas pokok :
• Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan asocial, artinya bertentangan satu sama lain.
• Mengorganisir kegiatan manusia kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat atau sosial.
Pengendalian ini dilakukan berdasarkan system hukum yang berlaku. Kekuasaan Negara memiliki organisasi yang teratur dan kuat, oleh karena itu semua golongan atau masyarakat yang memperjuangkan kekuasaan harus dapat menetapkan diri dalam rangka ini. Pentingnya system hokum ini sebagaai perlindungan bagi masyarakat yang telah melindungi kaidah agama, kesusilaan dan kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan perlindungan bagi masyarakat, tetapi belum cukup untuk melindungi mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur.
Bagi masyarakat modern atau primitive, hokum akan selalu berfungsi, sebab hukum dapat diartikan sebagai hokum tertulis atau tidak tertulis. Tidak tertulisnya hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan tidak mengurangi keberadaan hokum .Hanya bentuk, perwujudan dan penampilannya yang tidak dapat dibayangkan seperti pada masyarakat sekarang.
Walaupun sudah terbentuknya hukum di Indonesia, tetapi masih banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh warga Negara Indonesia. Banyak sekali tindakan-tindakan criminal yang terjadi di Indonesia, Hal ini mungkin terjadi karena beberapa factor, diantaranya factor kemiskinan, kurang sadarnya masyarakat terhadap hokum, dan factor pendidikan yang rendah.
Oleh karena itu Pemerintah harus lebih tegas dalam membuat dan menjalankan hukum agar masyarakat takut terhadap perbuatan yang menyimpang dari norma dan hukum yang berlaku . Sehingga menciptakan suatu Negara yang aman, tentram dan sejahtera.

Kamis, 29 Oktober 2009

Peran pemuda dalam hidup bermasyarakat

Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai.hal ini merupakan pengertian idiologis. Dalam kehidupan masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsa karna pemuda sebagai harapan bangsa.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kereativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
2 Sosialisasi Pemuda.
Dalam kehidupannya, setiap pemuda saling berinteraksi dengan yang lainnya pada lingkungan masyarakatnya. Mereka saling tolong-menolong dan membantu dengan sesamanya dilingkungan masyarakatnya. Mereka mempunyai semangat hidup dan kreatifitas yang tinggi. Sehingga mereka dapat membangun suatu lingkungan masyarakat yang baik. Namun untuk sekarang ini rata-rata banyak yang menjadi pemuda gagal, dalam artian mereka tidak mampu menerapkan atau menjalanka fungsi dari kehidupan mereka di suatu lingkungan masyarakat. Banyak pemuda yang hidupnya memiliki kepribadian yang jelek seperti suka bermalas-malasan, suka bermain, mabuk-mabukan, dan kenakalan remaja lainnya. Dalam hal ini lah membuat banyak pemuda tidak mempunyai suatu pekerjaan. Mereka hanya memntingkan kesenangan mereka sendiri dan tidak memikirkan masa depan mereka. Oleh karena itu, untuk sekarang ini reputasi pemuda sangat lah jelek.
Maka dari itu jadi lah pemuda yang berbudi dan memiliki kepribadian yang baik, sehingga dapat membangun suatu masyarakat, bangsa, dan Negara yang baik.

Pengaruh Facebook dalam kehidupan

Facebook merupakan salah satu media untuk berkomunikasi dengan orang lain. Seiring makin berkembangnya tekhnologi, manusia membuat media komunikasi internet yaitu facebook untuk memudahkan dalam berkomunikasi. Banyak sekali para pengguna Facebook, baik dari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri karena penggunaan Facebook sangat mudah dan friendly. Facebook tidak memandang umur ,dalam artian pengguna Facebook tidak hanya kaum remaja saja, melainkan dari kaum anak-anak sampai kaum dewasa pun memiliki Facebook.
Facebook tersebut ternyata memiliki banyak pengaruh dalam suatu kehidupan. Baik pengaruh positive maupun pengaruh negatifnya.
Pengaruh positif penggunaan Facebook :
• Kita dapat berinteraksi dengan orang lain, serta memudahkan dalam mencari teman.
• Kita telah mengetahui dan mengenal suatu perkembangan tekhnologi sehingga kita tidak buta terhadap technology yang semakin berkembang dari waktu ke waktu
• Dengan Facebook, kita dapat sharing/berbagi pengalaman dengan orang lain.
• Sebagai media untuk hiburan. Karena Facebook menyediakan game online.
Pengaruh negative penggunaan Facebook :
• Membuat seseorang menjadi malas, dalam artian kecanduan bermain Facebook sehingga melupakan atau meninggalkan pekerjaan yang harusnya dikerjakan.
• Dijadikan sebagai media untuk menghina/menjelek-jelekan orang lain (SARA).
• Dijadikan sebagai media untuk melakukan tindakan kriminalitas. Banyak sekali kasus seperti ini, Facebook hanya digunakan sebagai media untuk melakukan tindak criminal. Yaitu dengan modus ingin ketemuan dengan seseorang lewat Facebook dan kemudian Orang tersebut diculik dan dibunuh.

Kamis, 22 Oktober 2009

Hubungan Penduduk, masyarakat dan kebudayaan Di jakarta

Hubungan Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
Di jakarta
Jakarta sebagai ibu kota negara R.I. merupakan kota terbesar dan paling padat penduduknya di seluruh Indonesia, dengan penduduknya sekitar sembilan juta yang terdiri dari berbagai bangsa dan suku-suku bangsa dari seluruh wilayah Indonesia. Keanekaragaman ditambah dengan pengaruh bangsa asing melahirkan keanekaragaman corak seni dan budaya. Beberapa lamanya daerah ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai bangsa dan suku suku bangsa dan bermacam-macam adat istiadat, bahasa dan budaya daerah masing-masing. Berbaurnya suku-suku bangsa dari seluruh tanah air dengan bangsa lain seperti Cina, Arab, Turki, Persia, Inggris dan Belanda mengakibatkan terjadinya perkawinan di antara mereka, sehingga terjadilah perpaduan adat istiadat, budaya dan falsafah hidup hingga melahirkan corak budaya dan tata cara yang baru. Dengan demikian sejak abad ke 19 nampak suatu proto type etnis Betawi. Hal ini tergambar dalam cara dan kesenian masyarakat Betawi dimana ada pengaruh Arab, Cina, Portugis dan lain-lain.
Berbagai kesenian tradisional Betawi dapat berkembang dan digemari oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh masyarakat Betawi. Kesenian Betawi tersebut antara lain Lenong dan Topeng Blantik. Keduanya merupakan seni drama tradisional. Juga seni tari seperti tari Topeng, Ondel-ondel, tari Ronggeng Topeng dan lain-lain. Seni suara dan seni musiknya adalah sambrah, rebana, gambang kromong, tanjidor dan sejenisnya, bahkan wayangpun ada, wayang kulit Betawi menggunakan bahasa dialek Melayu Betawi
Sistem perkawinan pada masyarakat Betawi pada dasarnya mengikuti hukum Islam, kepada siapa mereka boleh atau dilarang mengadakan hubungan perkawinan. Dalam mencari jodoh, baik pemuda maupun pemudi bebas memilih teman hidup mereka sendiri. Karena kesempatan untuk bertemu dengan calon kawan hidup itu tidak terbatas dalam desanya, maka banyak perkawinan pemuda pemudi desa tersebut dengan orang dari lain desa. Namun demikian, persetujuan orang tua kedua belah pihak sangat penting, karena orang tualah yang akan membantu terlaksananya perkawinan tersebut. Biasanya prosedur yang ditempuh sebelum terlaksananya perkawinan adalah dengan perkenalan langsung antara pemuda dan pemudi, bila sudah ada kecocokan, orang tua pemuda lalu melamarnya ke orang tua si gadis. Bila kedua belah pihak setuju, ditentukan hari untuk mengantarkan uang belanja-kawin yang biasanya diwakilkan kepada orang lain yakni kerabat kedua belah pihak. Pada hari yang telah ditentukan, dilakukanlah upacara perkawinan. Selesai dilakukan akad nikah, pemuda kembali ke orang tuanya, begitu pula dengan si gadis. Beberapa waktu kemudian diadakan upacara besanan, di mana pengantin laki-laki diarak ke rumah pengantin wanita. Dengan melalui upacara kenal jawab dengan irama pantun, diiringi irama rebana dan lagu-lagu marhaban barulah pengantin laki-laki diperkenalkan masuk rumah untuk menemui pengantin wanita dan duduk bersanding sebentar, kemudian pengantin laki-laki berdiri dan bergabung dengan orang-orang tua yang mengantarkan tadi. Sesudah upacara bersama ini maka pengantin wanita dapat mengikuti suaminya kembali ke rumahnya.
Komposisi penduduk Jakarta sangat beragam terdiri dari beberapa entitas etnis yang mendiami wilayah di DKI Jakarta (masyarakat local) diantaranya Sunda, Jawa, China dan penduduk asli Jakarta yang disebut “Orang Betawi,”. Selain entitas etnis dominan tersebut terdapat kelompok etnis besar masyarakat lainnya yang datang dari luar Jakarta diantaranya etnis Minangkabau, Batak, Manado dan Maluku dengan kepadatan penduduk 15.000 orang per kilometer persegi.
Meskipun Jakarta sebagai kota kosmopolitan, namun seni budaya yang berakar pada tradisi nenek moyang masih terus terjaga keberadaannya. Kesenian Ondel-ondel, Tanjidor, Lenong, upacara adat Perkawinan dan Khitanan masih sering ditemui di beberapa pelosok kota Jakarta-disamping keberadaan seni-seni tradisional yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti Kuda Lumping, Reog Ponorogo, Wayang Golek, Wayang Orang dan Ketoprak.
Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan di Daerah Jagakarsa Jakarta Selatan merupakan wilayah yang masih menjaga kelestarian tradisi Betawi.
Pada waktu-waktu tertentu diadakan berbagai acara kesenian dan upacara adapt Betawi “Ngarak Pengantin Sunat”, pertunjukkan sandiwara tradisional Lenong, pentas musik Gambang Kromong dan bazaar-doeloe seperti : Dodol Betawi, Gado-gado, Nasim Uduk, Sayur Asem dan minuman spesifik yang disebut : Bir Pletok.


Sumber : file:///C:/Documents%20and%20Settings/oline/My%20Documents/375-budaya.htm

Hubungan Individu, keluarga,dan masyarakat

Hubungan Individu, keluarga,dan masyarakat

Setiap individu pasti saling hidup berinteraksi/bersosialisasi dengan individu lainnya. Mereka saling membantu dan menolong antar sesama. Interaksi pertama yang dilakukan oleh individu yaitu di lingkungan keluarga. Fungsi keluarga sebagai wahana terjadinya sosialisasi antara individu dengan warga yang lebih besar. Salah satu fungsi nya adalah sosialisasi dan pendidikan, yaitu fungsi yang memberikan peran kepada keluarga untuk mendidik keturunan agar bisa melakukan penyesuaian dengan alam kehidupannya dimasa yang akan datang.
Sosialisasi merupakan suatu proses dimana seseorang mempengaruhi orang lain karena adanya interaksi. Untuk perkembangan sosial anak akan sangat dipengaruhi siapa agen sosialnya. agen sosial yang terpenting adalah orang-orang yang saling berhubungan dan dapat mempengaruhi bagaimana orang tersebut berperilaku, temasuk di sini adalah orangtua, saudara kandung atau kelompok bermain . selain itu nenek/kakek, paman/bibi dan orang dewasa lain dalam masyarakat sebagai jaringan hubungan yang lebih luas. Setiap agen sosial tersebut akan menentukan perbedaan dalam proses sosialisasi anak. Oleh karena itulah untuk menghasilkan individu-individu yang berkualitas baik, keluarga amat berperan dalam mensosialisasi nilai-nilai kebaikan dan norma yang berlaku atau yang diharapkan masyarakat kepada anak mereka yang dimulai dari masalah-masalah kecil yang terjadi dalam keluarga sesuai dengan tahap perkembangan usia anak tentunya. Praktek pengasuhan merupakan masa penting dalam membentuk individu matang dan dewasa, yang didalamnya telah mencakup proses sosialisasi.

Cara yang dapat dilakukan keluarga dalam proses sosialisasi adalah sebagai berikut: Pertama, pengkondisian/pelaziman. Karena tidak dapat disangkal lagi bahwa anak ialah manusia yang pasif sepenuhnya dalam sosialisasi, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan sebagian besar sikap dan tingkah lakunya dilakukan sebenarnya melalui proses ini, yang diciptakan oleh orangtua atau anggota keluarga lain yang telah dewasa dengan pemberian mekanisme hukuman atau imbalan. Misal, makan, minum, mandi, berpakaian, buang air besar/kecil (toilet training) bahkan bertutur kata sekalipun. Dengan diberikannya mekanisme tersebut anak akan mempertahankan tingkah laku tertentu bila apa yang dilakukan/diperbuat (baik) dapat imbalan. Sebaliknya anak akan menghindari tingkah laku tertentu bila ternyata apa yang diperbuat (buruk) akan mendapat hukuman.
Kedua, pemodelan (pengimitasian dan pengindentifikasian). Cara imitasi biasanya berlangsung dalam waktu singkat untuk sekedar meniru aspek luar dari tokoh/model yang diidealkannya. Sebaliknya, jika anak menginginkan dirinya sama (identik) dengan tokoh idolanya maka peniruan akan terjadi lebih mendalam karena tidak hanya peniruan tingkah laku tapi juga totalitas dari tokoh atau model tersebut (identifikasi) sehingga di sini orangtua (keluarga) perlu memberi contoh perilaku yang baik bagi anaknya.

Dan ketiga, internalisasi yaitu cara yang mempersyaratkan anak (dengan sukarela) untuk menyadari bahwa sesuatu hal, seperti norma, nilai dan tingkah laku memiliki makna tertentu yang berharga bagi dirinya atau bagi masyarakat kelak untuk dijadikan panutan, pedoman atau tindakan yang lama kelamaan hal tersebut akan menjadi bagian dari kepribadiannya, semisal anak dicontohkan dengan perbuatan-perbuatn yang dilarang agama atau yang tidak diharapkan masyarakat pada umumnya.
Anak sebagai bagian anggota keluarga dalam pertumbuhan dan perkembangannya tidak akan terlepas dari lingkungan dimana dia dirawat/diasuh. Hubungan ini akan berkembang sesuai tahapan usia anak. Dari sinilah anak akan dan selalu berusaha untuk menyesuaikan diri melalui pengalaman belajar agar diterima di lingkungan sosial dan menjadi pribadi yang dapat bermasyarakat.

Kamis, 15 Oktober 2009

perbedaan windows 32bit dan 64bit

Perbedaan Windows 32-bit dan 64-bit :
1. pada dasarnya mengacu pada teknologi pemroses (processor) pada komputer mengenai bagaimana menangani informasi.
2. Adanya Windows 32-bit dan 64-bit mengacu pada kemampuan processor yang dapat menjalankan jenis Windows ini.
3. Windows 64-bit hanya dapat diinstall pada komputer yang processornya sudah mempunyai kemampuan 64-bit, dan Windows 32-bit dapat diinstall baik pada processor dengan kemampuan 32-bit maupun 64-bit.
4. Perbedaan versi 32-bit dan 64-bit pada suatu software Windows ini mengacu pada edisi Windows yang digunakan, apakah Windows 32-bit atau 64-bit. Suatu software yang didesain untuk Windows 64-bit hanya bisa digunakan pada Windows 64-Bit, sedangkan software yang didesain untuk Windows 32-bit masih mungkin bisa digunakan pada Windows 64-Bit tetapi tidak berlaku untuk semua software.
5. Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 18'446'744'073'709'551'615 (16 EiB - 1). tidak ada lagi 'batasan 4 GiB' pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.
6. Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali)
Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

versi ubuntu

Versi Ubuntu

Berikut ini adalah sejarah ringkas Versi Ubuntu beserta Code Namenya.

a. Ubuntu 4.10 (Warty Warhog)
Ubuntu 4.10 yang di release pertama kali ini hadir pada bulan oktober 2004

b. Ubuntu 5.04 (Hoary Hedgehog)
Ubuntu 5.04 adalah release ke-dua dari ubuntu yang hadir pada bulan april 2005
yang sudah tidak disupport lagi semenjak bukan oktober 2006

c. Ubuntu 5.10 (Breezy Badger)
Ubuntu 5.10 adalah relese yang ke-tiga yang hadir pada bulan oktober 2005 yang juga telah habis masa supportnya pada bulan april 2007 lalu.

d. Ubuntu 6.06 (Dapper Drake)
Ubuntu 6.06 adalah release ke-empat yang pertama kalinya yang di support paling lama Long Term Support (LTS) yang direlease pada bulan juni 2006, versi Long Term Support (LTS) ini disupport sampai dengan 3 tahun untuk versi desktop dan 5 tahun untuk versi server.

e. Ubuntu 6.10 (Edgy Eft)
Ubuntu 6.10 adalah release ke-lima yang hadir pada bulan oktober 2006. yang telah habis masa supportnya pada bulan april 2007 lalu.

f. Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn)
Ubuntu 7.04 di release pada bulan april 2007 dan di support sampai bulan oktober 2008.

g. Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon)
Ubuntu yang akan kita bahas kali ini adalah versi 7.10 yang hadir dengan Visual Effect yang sangat spektakuler, Printer yang sudah otomatis terdeteksi yang akan di support sampai bulan april 2008

h. Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron)
release ke-delapan dari ubuntu yang telah hadir pada bulan april 2008 lalu adalah versi ke-dua yang menyediakan Long Term Support, Untuk Desktop akan
di support sampai bulan april 2011 dan edisi server di support sampai april 2013.

i. ubuntu 8.10 LTS (Intrepid Ibex)
Ubuntu 8.10 direlease pada bulan Oktober Tahun 2008. Masih bau baru nih, baru 2 bln yang lalu. Dengan tampilan yang lebih baik dari hardy heron, namun masih menggunakan open office 2.4

ilmu sosial dasar

ILMU SOSIAL DASAR

a. ILmu Sosial Dasar

Tiga cabang ilmu Pengetahuan yaitu :
• Natural Science meliputi fisika, kimia, astronomi, biologi, dll.
• Social science terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, geografi, dll.
• Humanities meliputi bahasa, agama, kesusastraan,kesenian, dll.


Wujud adanya perkembangan Ilmu social di Indonesia setelah mendapat kemerdekaan adalah
1.Berdirinya akademik politik di Yogyakarta yang di sponsori oleh tenaga akademis Pembina ilmu politik di Belanda.
2.Didirikan balai perguruan tinggi Gajah Mada.
3.Didirikan akademi kepolisian.

Dalam perkembangan selanjutnya dari 3 lembaga tersebut berkembang ilmu-ilmu social di Indonesia, hamper semua peguruan tinggi menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu social.

b. Ilmu Pengetahuan Sosial
Adalah ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.
IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan mata pelajaran social.

c. Ilmu Sosial Dasar
Adalah gabungan dri disiplin ilmu-ilmu social yang di pergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang timbul di masyarakat.

Latar Belakang ISD
• Banyaknyak kritik yang ditujukan pada system pendidikan di perguruan tinggi oleh beberapa cendikiawan.
• Sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan lingkungan sekitar.

Tiga Jenis kemampuan :
1. Kemampuan Personal
Dengan kemampuan ni tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukan sikap dan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai agama, kemayarakatan, kenegaraan .
2. Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, berpikir logis.
3. Kemampuan Profesional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang besangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan yang tinggi.


Ruang Lingkup pembahasan
1. Adanya berbagai aspek yang merupakan suatu masalah social yang dapat di tanggapi dengan pendekatan sendiri.
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan social lain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas kiranya masih perlu penjabaran lebih lanjut untuk pokok bahasan yaitu :
1. Mempelajari adanya berbagaiberbagai masalah kependudukan dan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah-masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. mempelajari hubungan antar warga Negara dan Negara.
4. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan pedesaan.
5. Mempelajari ilmu penngetahuan dan tekhnologi untuk memanfaatkan kemakmuaran masyarakat dan pengurangan keliskinan.


BAB 2 Penduduk, masyarakat, dan Kebudayaan

- Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduk sebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah.
Akibatnya : banyak terjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas

- Jenis kelebihan penduduk :
1. kelebihan penduduk yang absolute, yaitu bila suatu daerah dalam waktu tertentu tidak dapat memberikan kebutuhan hidup bagi manusia yang berdomisili.
2. Kelebihan penduduk yang relative, yaitu suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai dengan kemajuan ekonomi dan perkembangan social.

- Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebih mengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk.
Akibatnya kekurangan tenaga kerja.

- pendidikan
sebab: 1. kemiskinan
3. terikat dalam kerja rumah tangga
4. tidak memiliki sekolah dasar
5. kekurangan bangunan sekolah dan pengajar

- Kesehatan
Sebabnya : 1. kebutaan dan animea
3. Tuberkulosis
4. cacingan
5. Lepra

- Masalah penduduk di Indonesia
1. Rapat penduduk
2. Penyebaran penduduk
3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

- Kebijaksanaan Kependudukan
Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk
Tujuan : agar dapat tercapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha untuk mengimbanginya:
1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam
4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.

Usaha yang dilakukan :
1. ekstensifikasi pertanian : memperluas area pertanian dengan forest clearing.
2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat
Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral, spontan, bedoldesa.

- Migrasi
Perpindahan penduduk yang melintasi batas administrasi misalnya kelurahan, kabupaten, kota, Negara.

Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlah penduduk) x 1000

- Pembagian kerja dalam masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja
Sebabnya :
1. pertumbuhan penduduk
2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.
Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi
Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.


Hubungan manusia dengan kebudayaan
- dari sudut pandang antropologi :
1. Manusia sebagai makhluk biologi
2. manusia sebagai mahluk social budaya

Hubungan masyarakat dengan keudayaan
-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh
-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena manusia hidup bermasyarakat.

Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :
1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
3. Hasil karya manusia

Pranata
-Pranata social : system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma” dalm masyarakat.
4 pengertian norma :
1. cara(usage)
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lain dalam hubungan bermasyarakat.
2.kebiasaan(folkways)
- perbuatan yang di ulang-ulang dan memiliki kekuatan yang besar disbanding cara.
Ex : menghormati orang yang lebih tua.

4. Tata kelakuan(mores)
- kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterima sebagai nama” pengatur dalam masyarakat
5. Adat kebiasaan (custom)
-Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinya dengan pola keprilakuan masyarakat.

Pranata social
a. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga, Negara, serikat buruh.
b. Institusi adalah bentuk aturan dan prosedur atau system

Macam” Pranata
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan
Ex: perkawinan, pengasuhan anak.
b. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan, perikanan,industri
c. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan . ex: TK,SD,SMP,SMA,pesantren
e. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex : Seni
f. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang brhubungan dengan Tuhan.
g. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan.

ilmu sosial dasar

ILMU SOSIAL DASAR

a. ILmu Sosial Dasar

Tiga cabang ilmu Pengetahuan yaitu :
• Natural Science meliputi fisika, kimia, astronomi, biologi, dll.
• Social science terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, geografi, dll.
• Humanities meliputi bahasa, agama, kesusastraan,kesenian, dll.


Wujud adanya perkembangan Ilmu social di Indonesia setelah mendapat kemerdekaan adalah
1.Berdirinya akademik politik di Yogyakarta yang di sponsori oleh tenaga akademis Pembina ilmu politik di Belanda.
2.Didirikan balai perguruan tinggi Gajah Mada.
3.Didirikan akademi kepolisian.

Dalam perkembangan selanjutnya dari 3 lembaga tersebut berkembang ilmu-ilmu social di Indonesia, hamper semua peguruan tinggi menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu social.

b. Ilmu Pengetahuan Sosial
Adalah ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.
IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan mata pelajaran social.

c. Ilmu Sosial Dasar
Adalah gabungan dri disiplin ilmu-ilmu social yang di pergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang timbul di masyarakat.

Latar Belakang ISD
• Banyaknyak kritik yang ditujukan pada system pendidikan di perguruan tinggi oleh beberapa cendikiawan.
• Sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan lingkungan sekitar.

Tiga Jenis kemampuan :
1. Kemampuan Personal
Dengan kemampuan ni tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukan sikap dan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai agama, kemayarakatan, kenegaraan .
2. Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, berpikir logis.
3. Kemampuan Profesional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang besangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan yang tinggi.


Ruang Lingkup pembahasan
1. Adanya berbagai aspek yang merupakan suatu masalah social yang dapat di tanggapi dengan pendekatan sendiri.
2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan social lain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas kiranya masih perlu penjabaran lebih lanjut untuk pokok bahasan yaitu :
1. Mempelajari adanya berbagaiberbagai masalah kependudukan dan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaan.
2. Mempelajari adanya masalah-masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. mempelajari hubungan antar warga Negara dan Negara.
4. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan pedesaan.
5. Mempelajari ilmu penngetahuan dan tekhnologi untuk memanfaatkan kemakmuaran masyarakat dan pengurangan keliskinan.


BAB 2 Penduduk, masyarakat, dan Kebudayaan

- Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduk sebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah.
Akibatnya : banyak terjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas

- Jenis kelebihan penduduk :
1. kelebihan penduduk yang absolute, yaitu bila suatu daerah dalam waktu tertentu tidak dapat memberikan kebutuhan hidup bagi manusia yang berdomisili.
2. Kelebihan penduduk yang relative, yaitu suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai dengan kemajuan ekonomi dan perkembangan social.

- Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebih mengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk.
Akibatnya kekurangan tenaga kerja.

- pendidikan
sebab: 1. kemiskinan
3. terikat dalam kerja rumah tangga
4. tidak memiliki sekolah dasar
5. kekurangan bangunan sekolah dan pengajar

- Kesehatan
Sebabnya : 1. kebutaan dan animea
3. Tuberkulosis
4. cacingan
5. Lepra

- Masalah penduduk di Indonesia
1. Rapat penduduk
2. Penyebaran penduduk
3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

- Kebijaksanaan Kependudukan
Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk
Tujuan : agar dapat tercapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
Usaha untuk mengimbanginya:
1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam
4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.

Usaha yang dilakukan :
1. ekstensifikasi pertanian : memperluas area pertanian dengan forest clearing.
2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat
Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral, spontan, bedoldesa.

- Migrasi
Perpindahan penduduk yang melintasi batas administrasi misalnya kelurahan, kabupaten, kota, Negara.

Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlah penduduk) x 1000

- Pembagian kerja dalam masyarakat
Kurangnya kesempatan kerja
Sebabnya :
1. pertumbuhan penduduk
2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.
Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi
Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.


Hubungan manusia dengan kebudayaan
- dari sudut pandang antropologi :
1. Manusia sebagai makhluk biologi
2. manusia sebagai mahluk social budaya

Hubungan masyarakat dengan keudayaan
-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh
-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena manusia hidup bermasyarakat.

Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :
1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
3. Hasil karya manusia

Pranata
-Pranata social : system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.
-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma” dalm masyarakat.
4 pengertian norma :
1. cara(usage)
Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lain dalam hubungan bermasyarakat.
2.kebiasaan(folkways)
- perbuatan yang di ulang-ulang dan memiliki kekuatan yang besar disbanding cara.
Ex : menghormati orang yang lebih tua.

4. Tata kelakuan(mores)
- kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterima sebagai nama” pengatur dalam masyarakat
5. Adat kebiasaan (custom)
-Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinya dengan pola keprilakuan masyarakat.

Pranata social
a. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga, Negara, serikat buruh.
b. Institusi adalah bentuk aturan dan prosedur atau system

Macam” Pranata
a. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan
Ex: perkawinan, pengasuhan anak.
b. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan, perikanan,industri
c. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
d. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan . ex: TK,SD,SMP,SMA,pesantren
e. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex : Seni
f. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang brhubungan dengan Tuhan.
g. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan.

ilmu sosial dasar

ILMU SOSIAL DASAR

  1. ILmu Sosial Dasar

Tiga cabang ilmu Pengetahuan yaitu :

· Natural Science meliputi fisika, kimia, astronomi, biologi, dll.

· Social science terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, geografi, dll.

· Humanities meliputi bahasa, agama, kesusastraan,kesenian, dll.

Wujud adanya perkembangan Ilmu social di Indonesia setelah mendapat kemerdekaan adalah

1.Berdirinya akademik politik di Yogyakarta yang di sponsori oleh tenaga akademis Pembina ilmu politik di Belanda.

2.Didirikan balai perguruan tinggi Gajah Mada.

3.Didirikan akademi kepolisian.

Dalam perkembangan selanjutnya dari 3 lembaga tersebut berkembang ilmu-ilmu social di Indonesia, hamper semua peguruan tinggi menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu social.

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial

Adalah ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.

IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan mata pelajaran social.

  1. Ilmu Sosial Dasar

Adalah gabungan dri disiplin ilmu-ilmu social yang di pergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang timbul di masyarakat.

Latar Belakang ISD

  • Banyaknyak kritik yang ditujukan pada system pendidikan di perguruan tinggi oleh beberapa cendikiawan.
  • Sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan lingkungan sekitar.

Tiga Jenis kemampuan :

  1. Kemampuan Personal

Dengan kemampuan ni tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukan sikap dan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai agama, kemayarakatan, kenegaraan .

  1. Kemampuan akademik

Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, berpikir logis.

  1. Kemampuan Profesional

Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang besangkutan. Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan yang tinggi.

Ruang Lingkup pembahasan

  1. Adanya berbagai aspek yang merupakan suatu masalah social yang dapat di tanggapi dengan pendekatan sendiri.
  2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan social lain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas kiranya masih perlu penjabaran lebih lanjut untuk pokok bahasan yaitu :

  1. Mempelajari adanya berbagaiberbagai masalah kependudukan dan hubungannya dengan masyarakat dan kebudayaan.
  2. Mempelajari adanya masalah-masalah individu, keluarga dan masyarakat.
  3. mempelajari hubungan antar warga Negara dan Negara.
  4. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan pedesaan.
  5. Mempelajari ilmu penngetahuan dan tekhnologi untuk memanfaatkan kemakmuaran masyarakat dan pengurangan keliskinan.

BAB 2 Penduduk, masyarakat, dan Kebudayaan

- Peningkatan julah penduduk/kelebihan penduduk sebab kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, sehingga kesehatan penduduk lebih terjamin dan tingkat kematian bayi rendah.

Akibatnya : banyak terjadi pengangguran dan banyak tindak kriminalitas

- Jenis kelebihan penduduk :

    1. kelebihan penduduk yang absolute, yaitu bila suatu daerah dalam waktu tertentu tidak dapat memberikan kebutuhan hidup bagi manusia yang berdomisili.
    2. Kelebihan penduduk yang relative, yaitu suatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai dengan kemajuan ekonomi dan perkembangan social.

- Kekurangan penduduk disebabkan penduduk lebih mengutamakan karir dan mampu menyeimbangkan jumlah penduduk.

Akibatnya kekurangan tenaga kerja.

- pendidikan

sebab: 1. kemiskinan

    1. terikat dalam kerja rumah tangga
    2. tidak memiliki sekolah dasar
    3. kekurangan bangunan sekolah dan pengajar

- Kesehatan

Sebabnya : 1. kebutaan dan animea

  1. Tuberkulosis
  2. cacingan
  3. Lepra

- Masalah penduduk di Indonesia

  1. Rapat penduduk
  2. Penyebaran penduduk
  3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

- Kebijaksanaan Kependudukan

Adalah kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk

Tujuan : agar dapat tercapai kesejahteraan penduduk dalam arti yang luas, terutama keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.

Usaha untuk mengimbanginya:

  1. Preservasi : perbaikan kualitas hasil bumi
  2. restorasi : pemeliharaan sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit tanaman dan hewan
  3. Benefisiasi : memelihara kelangsungan fungsi sumber-sumber alam
  4. Reklamasi : Penambahan hasil pertanian dengan mengubah tanah improduktif menjadi produktif.

Usaha yang dilakukan :

  1. ekstensifikasi pertanian : memperluas area pertanian dengan forest clearing.
  2. intensifikasi pertanian : pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, tersering, rotasi tanaman.
  3. Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kuran padat

Macam” transmigrasi : transmigrasi umum, sektoral, spontan, bedoldesa.

- Migrasi

Perpindahan penduduk yang melintasi batas administrasi misalnya kelurahan, kabupaten, kota, Negara.

Rumus tingkat migrasi : (jumlah dalam 1th/jumlah penduduk) x 1000

- Pembagian kerja dalam masyarakat

Kurangnya kesempatan kerja

Sebabnya :

    1. pertumbuhan penduduk
    2. lambatnya perkembangan dalam bidang pertanian.

Akibatnya yaitu pengangguran, arus urbanisasi

Solusinya membuka lowongan pekerjaan yang luas.

Hubungan manusia dengan kebudayaan

- dari sudut pandang antropologi :

  1. Manusia sebagai makhluk biologi
  2. manusia sebagai mahluk social budaya

Hubungan masyarakat dengan keudayaan

-Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh

-Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena manusia hidup bermasyarakat.

Wujud kebudayaan menurut koenjtcaraningrat :

  1. ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba.
  2. kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat
  3. Hasil karya manusia

Pranata

-Pranata social : system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam masyarakat.

-Agar kebutuhan terpenuhi maka dirumuskan norma” dalm masyarakat.

4 pengertian norma :

1. cara(usage)

Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lain dalam hubungan bermasyarakat.

2.kebiasaan(folkways)

- perbuatan yang di ulang-ulang dan memiliki kekuatan yang besar disbanding cara.

Ex : menghormati orang yang lebih tua.

  1. Tata kelakuan(mores)

- kebiasaan yang dilakukan dan dapat diterima sebagai nama” pengatur dalam masyarakat

  1. Adat kebiasaan (custom)

-Terjadi dari tata kelekuan yang kuat integrasinya dengan pola keprilakuan masyarakat.

Pranata social

  1. asosiasi yang teroganisir contoh keluarga, Negara, serikat buruh.
  2. Institusi adalah bentuk aturan dan prosedur atau system

Macam” Pranata

  1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan

Ex: perkawinan, pengasuhan anak.

  1. Pranata yan bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup. Ex: pertanian, peternakan, perikanan,industri
  2. Pranata yng bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Ex:penelitian, pendidikan ilmiah
  3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan . ex: TK,SD,SMP,SMA,pesantren
  4. Pranata yang bertujuan untuk rekreassi. Ex : Seni
  5. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang brhubungan dengan Tuhan.
  6. Pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah manusia. Ex : pemeliharaan kecantikan, kesehatan.

Sabtu, 12 September 2009

Pengentasan kemiskinan

Di negara kita masih tinggi sekali tingkat kemiskinannya .
Kita lihat saja di Ibu kota, banyak sekali rakyat menengah ke bawah yang tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap, serta pendidikan rendah.
Banyak di antara mereka yang bertempat tinggal di pinggiran aliran sungai dan pinggiran rel kereta api.
Mereka tidak memperdulikan terhadap tingkat kenyamanan dan keamanannya.
Dan untuk memenuhi kebutuhannya, mereka banyak yang bekerja sebagai pemulung,pengemis,dan penjual barang-barang bekas.
Banyak kita lihat pemulung dan pengemis di tengah ibu kota. Mereka hanya bisa memasang wajah belas kasihan kepada orang lain agar orang lain belas kasih kepadanya.
Tapi banyak pengemis yang berusia remaja,hanya bisa meminta-minta kepada orang lain,padahal mereka masih muda.Bukannya bekerja malah minta-minta kepada orang lain.

Dari tingkat ekonomi mereka yang sangat rendah, bisa saja akan memicu mereka untuk bertindak kriminal.
Banyak sekali tindak kriminal yang pernah kita lihat secara langsung ataupun melalui media.
Diantaranya : pencopetan,perampokan,pemerkosaan,pembunuhan,dan lain-lain.
Mereka melakukannya karena tingkat ekonomi mereka yang rendah dan tingkat pendidikan yang rendah pula.

Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan mampu mengatasi hal semacam itu yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan yang luas, membuatkan rumah susun untuk mereka yang tidak mempunyai tempat tinggal, memberikan dana bantuan langsung kepada rakyat miskin, serta meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan sekolah gratis kepada rakyat miskin.